Tuesday, June 18, 2013

Furniture Anak yang Nyaman


Furniture anak yang baik adalah furniture yang comfortable (nyaman dan aman) bagi kesehatan anak. Coba perhatikan perilaku anak-anak, maka akan sering kita temukan anak yang suka memasukkan benda-benda ke mulutnya atau menggigit-gigit tepian tempat tidurnya. Dari perilaku inilah maka sebaiknya berhati-hati dalam membeli furniture anak, terutama menyangkut bahan dasar furniture dan juga bahan cat pelapis perabotan anak tersebut.

Hal terpenting dalam memilih furniture anak:

  • Bahan furniture bukan bersifat racun, seperti logam berat dan lain-lain
  • Comfortable (kenyamanan) akan tercipta jika anda memilih furniture yang ukurannya sesuai dengan kebutuhan anak serta kapasitas ruangan
  • Hindari membeli furniture yang sifatnya hanya menghias atau mempercantik ruangan anak, beli furniture yang memang dibutuhkan anak saja. ingat semakin sedikit furniture yang bisa disentuh anak semakin kecil resiko anak menggigit benda-benda yang belum teruji keamanannya.
  • Hindari bahan furniture dari PVC, melamine dan beberapa bahan lain yang memang terbukti dapat melepaskan zat kimia ketika disentuh atau digigit anak.

Untuk bahan-bahan furniture yang aman bagi anak dapat anda tanyakan dokter atau konsultasi di posyandu, di buku posyandu juga telah dituliskan beberapa bahan perabot yang tidak boleh digunakan untuk wadah makanan anak. Jadi cobalah sesekali membaca secara keseluruhan buku posyandu tersebut.

Kebiasaan anak lainnya adalah sudak mencapakkan sesuatu, jadi hidnarilah furniture anah yang bahannya mudah pecah seperti kaca dan melamine. Jika membeli tempat tidur, kursi atau meja makan untuk anak perhatikan sudut-sudut dari furniture tersebut, usahakan membeli furniture yang sudutnya melengkung (tidak lancip), hal ini sangat penting unutk menghindarkan anak dari luka akibat membetur sudu-sudut perabotan.

Saat ini semua perabotan anak telah memiliki aturan standart nasional Indonesia. Setiap membeli furniture anak selalu perhatikan label SNI nya dan cek nomor serinya. Jika tidak mencantumkan SNI sebaiknya hindari untuk membeli perabot tersebut. Hal ini perlu diterapkan untuk membeli baby walker, tempat tidur anak dan lain-lain.

Sebisa mungkin hindari furniture bekas untuk keperluan anak, hal ini sangat berhubungan dengan keberagaman penyakit menular yang bisa menulari anak anda. Untuk memperkecil resiko sangatlah baik jika semua perabotan anak bisa dipastikan asal usulnya. Jika hanya tersedia dalam bentuk furniture bekas maka sterilisasi terlebih dahulu furniture tersebut membersihkannya dengan disinfektan.

Itulah beberapa cara memilih furniture anak yang nyaman atau comfortable bagi anak, ingat prinsip bahwa kesehatan itu jauh lebih penting daripada keindahan. Intinya belilah furniture anak berdasarkan keperluan bukan berdasarkan keinginan.


0 comments