Monday, December 2, 2013

Menilai kualitas furniture


Sering sekali kita terjebak dengan “brand” (merek) dalam membeli furniture, padahal merek bukanlah penentu kualitas sebuah mebel. Biasanya furniture brand terkenal harganya tidak murah. Saya punya sebuah pengalaman tentang meuble branded ini, dimana modelnya memang sangat unik dan menarik, tapi daya tahanya tidak lebih dari setahun, padahal harganya jauh lebih mahal dari furniture buatan pengrajin lokal dengan ukuran yang sama. Oleh karena itu setiap membeli furniture, saya selalu memastikan kualitasnya berdasarkan bahan yang digunakan.

Baiklah berikut ini bahan-bahan furniture yang harus kita pahami kelebihan dan kekurangannya agar tidak terjebak dengan merek saja.

Kayu solid adalah kayu utuh atau sering juga disebut balok atau jepara. Furniture kayu yang paling berkualitas terbuat dari jenis ini, walaupun tetap bergantung pada jenis kayunya (jati, mahoni, dll). Mebel kayu termahal saat ini adalah perabot yang terbuat dari kayu cendana hutan.  Perabot yang terbuat dari cendana hutan bisa bernilai puluhan bahkan ratusan juta per unit. Kelebihan kayu solid salah satunya tahan terhadap berbagai cuaca.

Kayu lapis; juga banyak digunakan untuk furniture. Sebenarnya bahan ini cukup berkualitas tergantung dari jenis kayu dan ketebalan yang digunakan. semakin tebal lapisan kayu yang disusun maka semakin baik kualitas furniture yang dapat dibuat. Kekurangan bahan ini kurang tahan terhadap cuaca lembab atau kurang baik digunakan di daerah beriklim basah. Lapisan kayu mudah lekang bila terkena air.

Kayu bubur, merupakan kayu yang disusun dari serbuk atau bubur kayu. Perabot branded banyak menggunakan bahan ini untuk membuat meja, kursi dan lemari. Bahan ini kelebihannya mudah dibentuk sehingga dengan mudah bisa dibuat berbagai model desain furniture, namun keurangannya juga banyak, terutama tidak tahan terhadap air. Jadi furniture jenis ini hanya cocok untuk daerah beriklim kering.

Rotan, salah satu bahan furniture paling unik karena tidak semua belahan dunia terdapat hutan rotan. Daya tahan rotan ini juga cukup tinggi dan mudah didesain menjadi berbagai model dan bentuk perabot. Kekurangan rotan terletak pada keterbatasan bahan dan harganya yang tergolong mahal.

Selain kayu saat ini juga banyak digunakan plastik dan fiber untuk menjadi bahan pembuat furniture, pelastik kurang cocok digunakan sebagai furniture dapur dan juga furniture anak. Kelebihan plastik terletak pada harganya yang murah dan dapat dibuat berbagai bentuk sesuai keinginan, sehingga desainnya sangat fleksibel tergantung pada selera designernya. Itulah beberapa bahan pembuat furniture yang tentu saja menentukan kualitas dari setiap perabot yang akan kita beli atau tersedia di rumah saat ini. semoga bermanfaat.